SPS FBS UNIMA – Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Manado (Unima), kembali menggelar Bulan Bahasa. Kegiatan yang terakhir digelar pada tahun 2022 kini dihidupkan kembali dengan mengusung tema “Pembelajaran Digital Bahasa dan Sastra Indonesia.”
Yehezkiel Kambey, selaku Ketua HMJ Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia, menjelaskan tema tahun ini diangkat karena relevansinya dengan
perkembangan teknologi di era yang serba digital ini.
Ia juga turut mengakui adanya kendala dalam kegiatan ini,
khususnya pada pendanaan.
“Tantangan kami adalah dana yang terbatas. Awalnya kami
sudah konfirmasi ke pihak fakultas, tapi belum ada kejelasan. Jadi panitia dan
dosen berinisiatif mencari dana sendiri. Untungnya pihak universitas kemudian
memberikan dukungan,” ungkapnya ketika diwawancarai pada, Kamis (30/10/2025).
Setelah dua tahun vakum, ia turut berharap bahwa Bulan
Bahasa bisa kembali rutin diadakan sebagai acara tahunan dan kegiatan ini bisa
dikenal lebih luas lagi.
Sementara itu, Ketua
Jurusan JPBSI, Oldie S. Meruntu, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini
menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap Bahasa
Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
“Lewat
kegiatan ini mahasiswa dilatih untuk mengatur dan melaksanakan acara. Dosen
hanya berperan dalam koordinasi,” ujar Oldie.
Terkait
tantangan dalam menjaga penggunaan Bahasa Indonesia, Oldie menilai ekspansi
Bahasa Inggris yang begitu kuat menjadi persoalan utama. Hal ini, katanya,
menimbulkan kesan seolah-olah Bahasa Inggris memiliki derajat lebih tinggi
daripada Bahasa Indonesia.
“Jadi,
lewat momen positif seperti ini, diharapkan tumbuh rasa cinta terhadap Bahasa
Indonesia. Apalagi, bahasa kita telah diakui sebagai bahasa resmi ke-10 oleh
UNESCO dalam sidang PBB,” jelasnya.
Oldie
pun berpesan kepada generasi muda Unima untuk terus mencintai bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, sekaligus menguasai bahasa asing.
Beragam lomba turut memeriahkan acara, seperti lomba pidato Bahasa Indonesia, cipta dan baca puisi, serta jurnalistik.
Salah satu peserta lomba cipta dan baca puisi, Eca dari SMK Sta. Familia, mengakui alasannya mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam pengetahuan tentang Bahasa Indonesia.
“Saya
ingin meningkatkan pengetahuan tentang bahasa dan gaya bahasanya. Saya
menyiapkan diri selama sebulan. Ini pertama kalinya saya ikut lomba di luar
sekolah, jadi sangat menambah pengalaman. Kegiatan seperti ini penting agar
masyarakat tahu makna dari Bahasa Indonesia, bukan sekadar penggunaannya,”
ujarnya.
Sementara
itu, Golda, peserta lomba jurnalistik, mengatakan dirinya termotivasi oleh
minat pada bidang tersebut.
“Saya
tertarik karena minat di bidang ini dan ingin menambah pengalaman. Persiapannya
singkat, hanya sehari sebelum lomba. Awalnya gugup, tapi akhirnya saya bisa. Semoga
kegiatan ini bisa disosialisasikan lebih luas ke seluruh sekolah di Sulawesi,”
tuturnya.
Peliput: Veltiana & Virginia
Editor: Marhaeny Benedikta
Komentar
Posting Komentar