Postingan

Entri terbaru

Respon Cepat Fakultas: Memberikan Surat Panggilan Resmi kepada ZKT

  SPS FBS UNIMA — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (UNIMA) buka suara terkait dugaan perundungan psikis oleh oknum dosen pengganti (ZKT) pada hari, Kamis (18/06/2026). Dalam pernyataan yang diterima, Wakil Dekan III FBS UNIMA mengonfirmasi bahwa pihak fakultas telah mengambil langkah tegas sebagai respons atas beredarnya laporan dugaan pelanggaran etik oleh ZKT. "Sudah ada tindak lanjut dari fakultas berupa surat panggilan kepada dosen yang bersangkutan untuk menghadap pada hari Senin," ujar Wakil Dekan III FBS UNIMA. Student Press Society akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal dengan apa yang telah ia perbuat kepada korban. Pernyataan ini juga menjadi titik terang untuk korban agar tidak merasa takut dan terganggu saat berada di area kampus dikarenakan pihak kampus tidak hanya tinggal diam dan langsung menindaklanjuti laporan ini. Berita ini ditulis untuk merespon berita sebelumnya agar tetap bersifat...

Dugaan Perundungan Psikis oleh Oknum Dosen Pengganti

Wajib Dicontoh! Dosen FBS UNIMA Ubah Tugas Kuliah Menjadi Ajang Pengembangan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

Magnum Opus: Ketika Seni dan Teknologi Melebur Mahakarya

FBS UNIMA Mulai Berlakukan Tugas Akhir Pengganti Skripsi?

Fides et Opera: KMK Unima Tegaskan Iman dan Perbuatan dalam Bina Rohani 2025

Berikut Informasi Terkini Perihal Penggunaan Email Kampus UNIMA

Grand Final Nyong dan Noni UNIMA 2025 Digelar, Ini Pemenangnya!

CALANG KOSTAM 2025 Resmi Memulai Kegiatan Awal Lewat Event Memorial Alm. Aryo Manoi

Dua Minggu Setelah Tuntutan Mahasiswa Diterima, Pimpinan FBS Akui Realisasi Masih Menunggu Pihak Universitas

Workshop Komposisi Musik Nasional, Wadah Pengembangan Bakat Seni di Unima

Tuntutan Diterima: Surat Pernyataan Dibacakan, Mahasiswa FBS Menanti Realisasi Janji

FBS Bergerak: Mahasiswa Tuntut Perbaikan Fasilitas

[Opini] Selamat Datang di FBS UNIMA: Kampus yang Tenang karena Tak Ada yang Berpikir

Dua Tahun Tak Digelar, JPBSI Hidupkan Kembali Bulan Bahasa 2025!