Wajib Dicontoh! Dosen FBS UNIMA Ubah Tugas Kuliah Menjadi Ajang Pengembangan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

  



SPS FBS UNIMA – Program Studi Sastra Inggris (Sasing) angkatan 2024 dan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (JPBI) angkatan 2025 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar Entrepreneurship Fair sebagai bagian dari tugas mata kuliah Entrepreneurship. Kegiatan ini berlangsung di lantai 1 Fakultas Bahasa dan Seni pada Rabu (3/6/2026).

Entrepreneurship Fair merupakan kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam berwirausaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan cara mengelola usaha, memasarkan produk, serta menghadapi konsumen secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan membuka peluang untuk menciptakan usaha sendiri di masa depan.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris sebagai penjual, tetapi juga menarik perhatian mahasiswa lain di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni yang datang sebagai pengunjung.

Dosen pengampu mata kuliah Entrepreneurship, Ma’am Fivy, mengatakan bahwa Entrepreneurship Fair telah diselenggarakan untuk kedua kalinya. Ia berharap kegiatan ini dapat membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa sejalan dengan visi entrepreneurial yang sedang dikembangkan oleh universitas.

“Entrepreneurship Fair ini sudah kedua kalinya dilaksanakan, yaitu pada semester lalu dan semester sekarang. Diharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa dapat membangun jiwa entrepreneur. Saat ini kita juga memiliki visi entrepreneurial sehingga mahasiswa tidak hanya berharap pada pekerjaan formal setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” ujarnya.

Salah satu peserta bazar, Michael, mengungkapkan bahwa kelompoknya memilih menjual es lumut karena produk tersebut masih jarang ditemukan. Keputusan tersebut ternyata membuahkan hasil yang memuaskan karena hampir seluruh produk berhasil terjual dalam satu hari.

“Kami memilih menjual es lumut karena masih jarang ada yang menjual produk ini. Ternyata respons pembeli sangat baik dan penjualannya sesuai dengan ekspektasi. Walaupun cukup melelahkan, hasilnya sangat memuaskan karena hampir semua produk terjual,” katanya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta maupun pengunjung. Selain menjadi sarana belajar berwirausaha, Entrepreneurship Fair juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengelola bisnis secara langsung.

Salah satu pengunjung, Nadine, mengaku puas dengan produk-produk yang dijual. Menurutnya, harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi mahasiswa dan kualitas produknya juga memuaskan.

“Tadi saya membeli beberapa produk, seperti kopi, salad, puding, dan kopi latte. Menurut saya kegiatan ini sangat menarik karena produknya beragam, rasanya enak, dan harganya sesuai dengan budget mahasiswa,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh nilai akademik, tetapi juga pengalaman nyata dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan berwirausaha yang dapat bermanfaat di masa depan.

Peliput: Virginia, Diaz, Helga

Editor:  Zallia

Komentar