[Essay] Dari Klik ke Kritis: Membangun Gaya Hidup Mahasiswa Dalam Berliterasi

DARI KLIK KE KRITIS: MEMBANGUN GAYA HIDUP MAHASISWA DALAM BERLITERASI

Oleh: OKELAVIO M. LUMINGKEWAS

Image Source: www.freepik.com

Pada era digital yang berkembang pesat dewasa ini, manusia hidup dalam lingkungan yang di mana arus informasi terus mengalir kapanpun dan dimanapun. Teknologi bertumbuh dan berkembang dengan membawa berbagai kemudahan yang ada di dalamnya, yaitu diperolehnya informasi serta pengetahuan secara bebas.

Namun, di balik kemudahan terdapat tantangan yang ada seperti informasi yang kurang akurat. Karena itu, berlandaskan literasi digital menuntut seseorang untuk memahami cara kerja teknologi, memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, dan menjaga etika komunikasi di ruang digital.

Selain itu, literasi digital berperan penting dalam mengembangkan potensi diri dan memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama mahasiswa. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, generasi muda dapat memperluas wawasan, berinovasi, serta menghasilkan karya yang bermanfaat. Melalui literasi digital, seseorang tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga pencipta konten positif yang edukatif, inspiratif, dan bernilai bagi sesama.

Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti minat baca yang rendah, penyebaran hoaks, dan perilaku tidak bijak di media sosial, yang menunjukkan rendahnya kesadaran literasi digital. Karena itu, pendidikan literasi digital perlu ditanamkan sejak dini untuk menumbuhkan tanggung jawab, empati, dan sikap kritis dalam bermedia sosial.

Menjadikan literasi digital sebagai gaya hidup berarti membiasakan diri untuk lebih sadar, bijak, dan kritis dalam menyikapi arus informasi. Dengan kebiasaan berpikir sebelum meng-klik dan memeriksa kebenaran informasi, literasi digital dapat menjadi dasar peradaban modern yang mencerminkan kecerdasan dan kedewasaan manusia di era digital hari ini.[]


Komentar