Suasana sore di kegiatan hari pertama Bunkasai tahun ini dipenuhi semangat dan antusiasme baik dari para peserta yang menampilkan bakat serta kreativitas terbaik mereka maupun penonton. Beragam penampilan mulai dari dance hingga lomba menyanyi memeriahkan acara yang menjadi wadah ekspresi budaya dan seni Jepang bagi pelajar dan mahasiswa.
Salah satu peserta, Gracia Mandalika, tampil memukau dalam kategori J-Song sebagai peserta individu. Gracia mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti Bunkasai tahun ini datang dari pengalaman tahun sebelumnya.
“Tahun lalu saya sudah sempat ikut lomba tapi gagal, jadi tahun ini saya coba ikut lagi,” ujarnya.
Gracia juga menuturkan bahwa lagu yang ia bawakan kali ini sudah ia pelajari sejak tahun lalu, meski baru dipentaskan tahun ini.
“Jujur rasanya gugup karena lawannya juga sudah jago-jago dan bagus-bagus,” katanya sambil tersenyum. Meski begitu, ia mengaku puas dan menilai bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini sudah “mantap” tuturnya saat diwawancarai pada penghujung kegiatan tersebut.
Sementara itu, dari kategori Dance Choreography, tim Offense Crew turut menampilkan koreografi energik yang memukau penonton. Salah satu anggota, Joey, menceritakan bahwa proses latihan mereka cukup singkat.
“Kami hanya latihan lima hari karena sibuk. Ada yang di Manado, ada yang di Tondano, dan sebagian sudah magang. Tapi meskipun waktu Latihan yang terbilang cukup singkat, hasil tampil tadi menurut saya sudah luar biasa,” ujarnya.
Joey juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Bunkasai tahun ini.
“Kegiatannya lebih seru dari tahun lalu. Ada banyak hal baru dan suasananya benar-benar hidup,” tambahnya.
Bunkasai Unima memang selalu membawa gebrakan baru di setiap tahunnya. Ashley, selaku panitia divisi acara juga turut menyampaikan hal spesial yang ada di bunkasai tahun ini.
“Kami punya tamu spesial, Nihongo Partner (IAIDO, Teknik berpedang dari jepang), Hiro umeda.北スラウェシ州日本人会. yang membuat Bunkasai Unima tahun ini semakin meriah dan beda.
Ia juga menambahkan bahwa “ada penampilan dari sensei kami, Nozomi Sambe sensei, yang membawakan lagu Manado berjudul Stop Jangan Ba Ganggu,” tuturnya.
Menjelang penutupan kegiatan pada hari pertama, panitia sempat mengalami kendala listrik. Namun, masalah tersebut berhasil diatasi dengan baik sehingga acara dapat kembali berlangsung dengan lancar.
Ayu turut menyampaikan harapannya agar panitia Bunkasai tahun ini terus menghadirkan inovasi baru setiap tahunnya.
"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya dikenal di tingkat jurusan dan program studi, tetapi juga mampu membawa nama baik universitas," tuturnya.
Hari pertama pelaksanaan Bunkasai 2025 berlangsung meriah dengan beragam penampilan yang mencerminkan kerja keras, kreativitas, serta antusiasme para peserta. Acara ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan ekspresi diri serta mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar