PEMBENTUKAN KPRM FBS UNIMA HADAPI SEJUMLAH KENDALA: BEM DORONG REGENERASI ORMAWA

SPS FBS UNIMA — Proses pembentukan Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Manado (FBS Unima) menghadapi kendala, terkait dengan aturan konstitusi dan koordinasi antarlembaga kemahasiswaan. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS Unima, Alcecius Pangke, dalam rapat koordinasi bersama organisasi mahasiswa (Ormawa) di Lt. 3 FBS Unima, Kamis (29/10/2026).

Alcecius menjelaskan bahwa salah satu kendala dalam proses pembentukan KPRM berkaitan dengan ketentuan konstitusi yang mengatur keterlibatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dalam proses tersebut.

“Dalam proses pembentukan ada banyak halangan yang didapati. Pertama, untuk membentuk KPRM ini kami dari BEM juga harus tetap mempertimbangkan konstitusi yang ada, di mana pembentukan KPRM harus dilakukan bersama dengan DPM,” jelasnya.

Namun, persoalan tersebut kemudian dapat diselesaikan melalui rapat koordinasi bersama seluruh ormawa. Menurut Alcecius, hasil rapat menghasilkan kesepakatan bersama yang dinilai mampu mengakomodasi kepentingan lembaga kemahasiswaan, khususnya dalam menjamin keberlanjutan regenerasi organisasi.

“Melihat situasi sekarang, itu dapat terselesaikan dengan adanya rapat koordinasi dengan seluruh ormawa. Kesepakatan bersama di situ sudah sangat baik karena memikirkan semua masa depan lembaga yang ada di sini agar bisa regenerasi lagi, mengingat KPRM sudah lama tidak ada,” ujarnya.

Selain membahas pembentukan KPRM, rapat juga menyinggung persoalan kaderisasi di sejumlah ormawa. Alcecius menyebutkan bahwa terdapat beberapa ormawa yang tidak mengirimkan delegasi karena mengalami keterbatasan kader.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar keberlangsungan organisasi tetap terjaga. Mengantisipasi persoalan ini BEM berencana melakukan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

Terkait pembentukan KPRM ke depan, Alcecius berharap proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa di FBS Unima dapat berjalan lebih baik dan tidak lagi menghadapi persoalan serupa, terutama mengenai penyesuaian dengan konstitusi.

“Harapan saya besar sekali supaya situasi seperti ini tidak ada lagi dan pembentukan KPRM akan jauh lebih baik lagi ke depannya, entah untuk kepemimpinan berikut atau kapan. Intinya, untuk ke depan saya berharap kepemimpinan KPRM sudah tidak seperti saat ini yang harus ada pembicaraan karena berpikir apakah ini melanggar konstitusi atau tidak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa regulasi dan mekanisme pembentukan KPRM ke depan diharapkan dapat diatur dengan lebih jelas sehingga tetap berjalan sesuai dengan konstitusi yang berlaku.


Peliput : Diaz & Eunike

Editor : Zallia


Komentar